Ratulafinah – Peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni menjadi momentum penting untuk kembali merefleksikan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua Fraksi Partai Demokrat Lampung, Hanifal, menilai Pancasila bukan sekadar dasar negara yang dihafalkan dalam upacara atau kegiatan seremonial.
Lebih dari itu, Pancasila merupakan pedoman hidup yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurut Hanifal, nilai terbesar yang terkandung dalam Pancasila adalah semangat persatuan dan gotong royong.
Di tengah berbagai perbedaan suku, agama, budaya, maupun pilihan politik, masyarakat Indonesia dituntut untuk tetap menjaga kebersamaan demi kepentingan bangsa yang lebih besar.
“Indonesia dibangun di atas keberagaman. Karena itu, Pancasila mengajarkan kepada kita bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama,” kata Hanifal saat memperingati Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026).
Ia menjelaskan, setiap sila dalam Pancasila mengandung pesan moral yang masih relevan hingga saat ini.
Sila pertama mengajarkan pentingnya toleransi dan penghormatan terhadap keyakinan orang lain.
Sila kedua mengingatkan masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan saling menghormati.
Sementara sila ketiga, menurut Hanifal, menjadi pengingat bahwa persatuan harus selalu ditempatkan di atas kepentingan kelompok maupun golongan.
Adapun sila keempat mengajarkan pentingnya musyawarah dalam menyelesaikan persoalan, sedangkan sila kelima menjadi cita-cita bersama untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Di era digital saat ini, Hanifal juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bermedia sosial.
Ia menilai ruang digital seharusnya menjadi tempat untuk bertukar gagasan, membangun optimisme, dan memperkuat persatuan, bukan justru memecah belah masyarakat.
“Media sosial memberikan kebebasan bagi siapa saja untuk menyampaikan pendapat. Namun kebebasan itu harus dibarengi dengan tanggung jawab, etika, dan sikap saling menghormati sebagaimana nilai-nilai yang diajarkan Pancasila,” ujarnya.
Hanifal berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya dimaknai sebagai agenda tahunan, melainkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan, menguatkan solidaritas sosial, serta menempatkan kepentingan rakyat sebagai tujuan utama dalam setiap kebijakan dan tindakan.
“Selama nilai-nilai Pancasila tetap hidup dalam perilaku masyarakat, Indonesia akan memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan zaman. Pancasila bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga panduan untuk masa depan bangsa,” pungkasnya.


Tinggalkan Balasan